

Terasberita-Makassar. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung evakuasi korban dan bangkai pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung di Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulsel.
“Hal ini menindaklanjuti dari arahan Gubernur Sulsel untuk menyiapkan modifikasi cuaca dalam mempercepat evakuasi korban pesawat tersebut,” kata Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil di Makassar, Senin.Dia mengatakan untuk mendukung upaya tersebut telah disiapkan satu unit pesawat khusus dari Semarang, Jawa Tengah menuju Makassar.
Menurut dia, operasi itu dilakukan dengan menaburkan bahan tertentu di lokasi pencarian untuk mengendalikan curah hujan termasuk mengurangi pembentukan awan hujan yang dapat menghambat pencarian korban.
Dengan teknik tersebut, lanjut dia potensi awan-awan ataupun kabut dapat dieliminasi dengan cara menabur zat kapur di area itu.
Kondisi cuaca dan medan yang sangat terjal memicu tim evakuasi menggunakan teknik “rappeling” dalam mengevakuasi korban yang ditemukan pada Minggu (18/1).
Teknik rappeling adalah metode turun dari ketinggian (tebing, jurang, struktur vertikal) menggunakan tali khusus dengan bantuan alat descender (seperti figure-8 atau autoblock) yang terhubung ke harness atau alat pelindung diri (APD).
Berdasarkan prakiraan cuaca yang dilansir BMKG Wilayah IV Makassar, saat kejadian nahas yang melanda pesawat dan awaknya itu pada Sabtu (17/1) siang, kondisi cuaca hingga malam ini masih diselimuti kabut tebal dan sesekali hujan, sehingga menghambat pencarian.
Berkaitan dengan hal tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pihaknya optimistis dengan modifikasi cuaca itu dapat mengurangi hambatan tim SAR Gabungan bersama masyarakat setempat.
“Mudah-mudahan dengan modifikasi cuaca itu dapat membuka akses yang lebih luas sehingga proses evakuasi dari udara bisa dilakukan dengan cepat dan menemukan beberapa bukti di lokasi,” ujarnya.(*)