NAMA GAMBAR

KKIG Makassar Teguhkan Nilai Keagamaan dan Patriotisme Lewat Peringatan Bersama

waktu baca 2 minutes
Minggu, 25 Jan 2026 12:12 0 18 Redaksi

Terasberita-Makassar. Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Makassar kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan sejarah dengan menyelenggarakan acara gabungan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam (saw.), dan Peristiwa Patriotik 23 Januari 1942.

Acara yang berlangsung khidmat di aula kediaman mantan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Sabtu (24/1/2026) ini berhasil memadukan pesan keagamaan dengan semangat kebangsaan.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan shalat Maghrib berjamaah, diikuti oleh berbagai tokoh masyarakat, jajaran pengurus, dan anggota KKIG Makassar.

Kehadiran Moh Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto, menambah kemeriahan acara.

Turut hadir pula sejumlah pimpinan dan pembina KKIG seperti Hamzah Mahmud, Farid Nurmantu, Ir. Yusuf Hamidun, serta Ketua Umum KKIG Makassar,  Rivai Jimy Uno.

Rivai Jimy Uno menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, sehingga acara dapat terlaksana dengan lancar.

Ia menekankan,  momen seperti itu merupakan sarana vital untuk memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan sesama warga Gorontalo yang berada di perantauan, khususnya di Makassar.

Kehadiran Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemprov Gorontalo, Zukri Suratinoyo, yang mewakili pemerintah daerah, menjadi penanda eratnya hubungan antara pemprov dengan warganya di perantauan.

Dalam kesempatan itu, disampaikan berbagai program unggulan Pemprov Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Fokus program yang disosialisasikan meliputi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah informasi mengenai pembangunan Masjid Raya Islamic Center Provinsi Gorontalo yang baru saja diluncurkan.

Pemprov Gorontalo secara terbuka mengajak partisipasi dan dukungan dari seluruh masyarakat Gorontalo, termasuk yang bermukim di Sulawesi Selatan, untuk berkontribusi melalui infaq dalam mendukung kelancaran pembangunan Islamic Center tersebut.

Acara kemudian ditutup dengan tausiyah dan doa yang disampaikan oleh Ustaz Syarif Laisa. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh hadirin untuk mengambil hikmah dan meneladani nilai-nilai spiritual dari peristiwa Isra Mikraj.

Selain itu, semangat patriotisme dari Peristiwa 23 Januari 1942 juga dihidupkan kembali sebagai inspirasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah keagamaan, tetapi juga penguatan identitas dan kepedulian sosial warga Gorontalo di tanah rantau.(*)

LAINNYA