NAMA GAMBAR

106 Pejabat Dilantik, Munafri Pastikan Rotasi ASN Tanpa Kepentingan Politik

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 7 Feb 2026 12:18 0 16 Redaksi

Terasberita-Makassar. Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan penyegaran birokrasi sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik pada tahun 2026.

Rotasi jabatan ini mencakup posisi camat, kepala bagian, kepala bidang, hingga kepala seksi, dan dilaksanakan berdasarkan prinsip meritokrasi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh proses rotasi dan promosi aparatur sipil negara (ASN) dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa dilandasi kepentingan politik maupun sentimen personal.

“Seluruh ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi, tanpa melihat latar belakang atau pilihan politik di masa lalu,” ujar Munafri saat pelantikan di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (6/2/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, serta unsur Forkopimda.

106 Pejabat Dilantik, 13 Camat Dirotasi

Dalam mutasi perdana tahun 2026 ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar melantik 106 pejabat administrator dan pengawas. Dari jumlah tersebut, 13 camat mengalami rotasi dan promosi jabatan.

Munafri menegaskan tidak ada ASN yang dinonjobkan. Seluruh pergeseran murni merupakan penempatan kembali pejabat sesuai kompetensi, kapasitas, dan kebutuhan organisasi.

“Pelantikan ini bukan soal naik atau turun jabatan, tapi menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi para camat yang mengalami pergeseran jabatan, seraya menegaskan bahwa mereka adalah figur-figur terbaik dengan kinerja yang telah teruji.

“Para camat yang bergeser hari ini adalah camat-camat terbaik. Pergeseran ini bukan penilaian negatif, tetapi bagian dari dinamika organisasi,” ujar Munafri.

Fokus Program MULIA dan Evaluasi Enam Bulan

Dalam arahannya, Munafri menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan soliditas seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia meminta seluruh pejabat yang dilantik untuk fokus menjalankan program unggulan MULIA sebagai arah kebijakan utama Pemerintah Kota Makassar.

“Program prioritas tidak bisa berjalan sendiri. Harus dikerjakan bersama-sama, satu irama, satu tujuan,” katanya.

Secara khusus kepada para camat, Munafri menegaskan akan dilakukan evaluasi kinerja selama enam bulan ke depan.

“Kalau enam bulan rapornya bagus, silakan lanjut. Kalau kurang bagus, mohon maaf, banyak yang antre,” tegasnya.

Tekankan Integritas dan Administrasi

Munafri juga mengingatkan pentingnya integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta ketertiban administrasi, terutama bagi pejabat yang menangani perencanaan, keuangan, dan urusan umum.

“Jangan sampai kelalaian administrasi menjadi beban di akhir. Pengawasan sekarang semakin ketat, jangan coba-coba bermain-main dengan sistem,” katanya.

Ia menegaskan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan dan pelayanan publik.

“Kalau integritas hilang, jangan harap sistem berjalan baik,” ujarnya.

Wakil Wali Kota: Amanah Besar Pelayanan Publik

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan amanah besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap para pejabat yang dilantik bekerja dengan integritas, loyalitas, dan semangat kolaborasi demi kemajuan Kota Makassar,” ujarnya.(*)

LAINNYA