NAMA GAMBAR

Andi Sudirman Sulaiman dan Didik Farkhan Alisyahdi Sidak Harga Bapok di Pasar Terong, Stok Aman dan Harga Terkendali Jelang Ramadan

waktu baca 2 minutes
Jumat, 20 Feb 2026 13:27 0 10 Redaksi

Terasberita-Makassar. Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan, Dr. Didik Farkhan Alisyahdi, turut serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan kebutuhan pokok (bapok) bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Inspeksi ini berlangsung di Pasar Terong, Kota Makassar, pada Jumat (20/2/2026) pagi.

Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas instansi untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan pada awal bulan suci Ramadan. Turut hadir dalam peninjauan tersebut Kapolda Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kepala Kanwil Bulog Sulselbar, Kepala BPS Sulsel, Ketua KPPU Sulsel, serta Wali Kota Makassar.

Dari hasil pantauan di lapangan, ketersediaan bahan pokok dipastikan aman dengan dinamika harga yang sangat terkendali. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menjelaskan bahwa meskipun terdapat riak harga pada beberapa komoditas akibat tingginya permintaan masyarakat di awal puasa, pergerakannya masih dalam batas kewajaran.

“Alhamdulillah, hari ini kita datang bersama Kapolda Sulsel, Pangdam Hasanuddin, Kajati Sulsel, dan jajaran terkait lainnya dalam rangka inspeksi harga kebutuhan pokok. Harga yang ada di pasar relatif stabil, bahkan ada komoditas yang mengalami penurunan,” ujar Andi Sudirman di sela-sela peninjauan.

Lebih rinci, Gubernur memaparkan bahwa harga daging sapi sedikit bergerak dari Rp120.000 menjadi Rp130.000 per kilogram, sementara harga daging ayam potong berada di kisaran Rp30.000 per kilogram (naik sekitar Rp5.000) atau sekitar Rp60.000 per ekor. Kenaikan ini dinilai masih dalam tahap toleransi awal Ramadan.

Di sisi lain, harga bawang merah justru mencatatkan penurunan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Komoditas penting lainnya seperti Minyakita dari Bulog, beras, telur, dan cabai dilaporkan dalam kondisi aman dengan harga yang relatif bagus.

Guna mencegah lonjakan harga yang tak terkendali ke depannya, pemerintah daerah telah menyiapkan skema mitigasi pengamanan stok.

“Harga yang cenderung naik akan terus kita jaga. Misalnya, melalui keberadaan posko minyak yang diisi oleh Bulog, nanti kebutuhan pokok lainnya akan kita isi juga di berbagai pasar. Kita juga mengoptimalkan Baruga Pasar untuk menjaga stabilisasi harga,” tegas Gubernur.

Terkait wacana pelaksanaan operasi pasar murah, Andi Sudirman menyatakan pihaknya akan terus melihat perkembangan harga di lapangan. “Semoga stabilitas ini terjaga sehingga kita tidak butuh pasar murah. Untuk stok beras, kalau di Sulsel sangat aman,” tutupnya.

Kehadiran Kajati Sulsel, Didik Farkhan, dalam inspeksi ini menegaskan komitmen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Kejati Sulsel siap memberikan dukungan pengawasan hukum guna mencegah praktik penimbunan barang atau manipulasi harga oleh oknum spekulan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.(*)

LAINNYA