NAMA GAMBAR

ASTINDO Sulsel Dorong Wisata Halal dan Konektivitas Penerbangan untuk Dongkrak Pariwisata

waktu baca 2 minutes
Jumat, 13 Feb 2026 13:27 0 6 Redaksi

Terasberita-Makassar. Penguatan wisata halal dan perbaikan konektivitas penerbangan menjadi dua fokus utama dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Sulsel tahun ini. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan pelaku industri travel dan pemerintah daerah.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Sulsel, Nurhayat, menilai Makassar memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata halal. Dengan mayoritas penduduk muslim serta tingginya jumlah jamaah haji dan umrah, segmen ini dinilai sangat relevan untuk digarap lebih serius.

“Kita melihat peluang wisata halal sangat besar. Makassar memiliki kultur yang kuat, jamaah haji dan umrah juga tinggi. Ini potensi yang bisa kita dorong melalui berbagai program, termasuk rencana penyelenggaraan ASTINDO Travel Fair,” kata Nurhayat pada Musda II ASTINDO Sulsel yang digelar di Four Points by Sheraton Makassar, Kamis, 12 Februari.

ASTINDO Sulsel sendiri saat ini beranggotakan 57 travel agent dan menjadi bagian dari lebih dari 1.000 anggota ASTINDO secara nasional. Organisasi ini menaungi berbagai segmen usaha perjalanan, mulai dari inbound (mendatangkan wisatawan ke Indonesia), outbound (memberangkatkan wisatawan ke luar negeri), domestik, ticketing, hingga layanan penunjang lainnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sulsel, Muhammad Arafah, memaparkan capaian sektor pariwisata tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai 42.530.540 orang atau naik 16,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 36.518.280 kunjungan.

Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 14.685 orang, meningkat dari 13.571 orang pada 2024. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel berada di angka 1,36 persen.

“Kita berharap peningkatan ini minimal 10 persen setiap tahun. Bahkan idealnya bisa mencapai 20 sampai 30 persen. Karena itu, kita terus mengendorse kegiatan-kegiatan di destinasi unggulan,” kata Arafah.

Beberapa daerah seperti Bulukumba dan Geopark Maros-Pangkep mengalami peningkatan kunjungan berkat terjaganya ekosistem pariwisata dan kolaborasi yang baik antar-stakeholder. Namun, Toraja justru mengalami penurunan akibat berkurangnya frekuensi penerbangan.

“Toraja sebelumnya sempat dilayani penerbangan hingga setiap hari, sekarang berkurang. Ini tentu berdampak pada jumlah kunjungan. Ke depan, pemerintah provinsi akan memberikan dukungan, termasuk subsidi penerbangan untuk mengembalikan konektivitas,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Sulsel juga menyiapkan program strategis bertajuk SIPLEN yang menyasar penguatan penerbangan serta pengembangan destinasi wisata kepulauan seperti Takabonerate, Bulukumba, dan wilayah terluar Pangkep. Program ini ditargetkan mulai berjalan pertengahan tahun.

“Dengan sinergi antara pelaku industri travel dan pemerintah, Sulsel optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia timur, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya.(*)

LAINNYA