NAMA GAMBAR

Bangkit Pasca Pandemi, Ekonomi Sulsel Mencatat Pertumbuhan 5,43 Persen di 2025

waktu baca 2 minutes
Jumat, 6 Feb 2026 11:22 0 13 Redaksi

Terasberita-Makassar. Provinsi Sulawesi Selatan mencatat kinerja ekonomi positif sepanjang 2025, menandai pemulihan kuat sejak masa pandemi Covid-19.

Pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha yang mulai kembali stabil, dari perdagangan hingga layanan publik.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan capaian ini dalam Rapat Rilis Profil Kemiskinan, Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk, Keadaan Ketenagakerjaan, dan Pertumbuhan Ekonomi 2025, Kamis, 5 Februari 2026.

Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 5,02 persen, sekaligus menandai level tertinggi sejak pandemi.

Fakta Pertumbuhan dan Sektor Penggerak

Triwulan IV-2025 mencatat pertumbuhan 5,99 persen yoy, meskipun secara triwulanan (quarter-to-quarter/q-to-q) mengalami kontraksi sebesar 0,42 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel pada 2025 tercatat Rp753,08 triliun atas dasar harga berlaku, atau Rp417,63 triliun dengan harga konstan 2010.

Dari sisi lapangan usaha, sektor yang menjadi penggerak utama ekonomi antara lain:

  • Jasa Lainnya: tumbuh 10,80 persen
  • Jasa Keuangan dan Asuransi: tumbuh 8,87 persen
  • Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial: tumbuh 7,79 persen

Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh ekspor barang dan jasa 5,85 persen, konsumsi rumah tangga 4,69 persen, dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 4,45 persen, mencerminkan aktivitas investasi yang tetap terjaga.

Kebijakan dan Infrastruktur Jadi Penguat Ekonomi

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Sulawesi Selatan, Syamsul S., ST, menekankan bahwa capaian ini tidak lepas dari kebijakan strategis pemerintah daerah di tengah tekanan ekonomi global yang tinggi dan tidak menentu.

“Berbagai program dan kebijakan strategis Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, terus diimplementasikan,” kata Syamsul.

Salah satu faktor penting adalah percepatan pembangunan infrastruktur, mulai dari jalan dan jembatan hingga fasilitas publik lainnya, yang mendorong produktivitas sektor usaha.

BPS menilai, meskipun ada kontraksi q-to-q di Triwulan IV-2025, sejumlah sektor tetap menunjukkan kinerja positif, menjadi modal penting untuk memperkuat ekonomi Sulsel di masa depan.

Implikasi bagi Publik dan Investasi

Pertumbuhan ekonomi yang stabil memberi sinyal positif bagi investor dan masyarakat luas. Bagi pelaku usaha, sektor jasa dan ekspor menjadi peluang pertumbuhan. Bagi masyarakat, stabilitas ekonomi membuka akses lapangan kerja dan daya beli yang lebih baik.

Capaian ini juga menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk merancang strategi jangka panjang, menjaga momentum pertumbuhan, dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh Sulawesi Selatan.

LAINNYA