

Terasberita-Makassar. Tim SAR gabungan menempatkan personel bersiaga dan mengevakuasi korban pada sejumlah titik terdampak bencana banjir disebabkan cuaca ekstrim hujan dengan intensitas tinggi, merespons peringatan dini dikeluarkan BMKG IV Makassar berlangsung 24 Februari – 1 Maret 2024 di Sulawesi Selatan
“Kami telah membagi tim ke dalam beberapa sektor agar penanganan bisa lebih cepat dan efektif. Fokus utama kami adalah mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil,” ujar Kepala Kantor Basarnas Makassar Muhammad Arif Anwar di Makassar, Rabu.
Ia menjelaskan pihaknya telah menurunkan personel dan peralatan untuk mendukung proses evakuasi. Titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Manggala dibagi menjadi dua titik yakni Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang.
“Sejumlah warga seperti lansia, anak-anak dan kelompok rentan terdampak telah dievakuasi,” ujarnya.
Sedangkan pada titik rawan banjir lainnya, pada kawasan Perumahan BTN Kodam III, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, terbagi menjadi tiga titik terdampak banjir.
Tim juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah (pemda) setempat serta unsur terkait guna memastikan keselamatan warga dan menyisir setiap titik bagi warga yang memerlukan bantuan evakuasi.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menambahkan pada puncak musim hujan tahun ini telah terjadi sejumlah titik terdampak banjir.
Oleh karena itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk membantu dalam hal pendekatan kepada warga yang mengalami dampak.
“Karena masih ada warga yang memilih bertahan di rumah masing-masing dan belum ingin dievakuasi. Tetapi tim terus melakukan pendekatan persuasif kepada warga demi keselamatan bersama serta memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV melansir prakiraan cuaca sampai akhir Februari 2026 potensi curah hujan tinggi masih terjadi pada sejumlah wilayah di Sulsel.
Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya kombinasi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rosbi, konvergensi angin yang mendukung peningkatan pertumbuhan awan-awan konvektif di Sulsel.
“Prakiraan tanggal 24 Februari 2026- 01 Maret 2026, hujan dengan intensitas lebat dan sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Parepare, Barru, Pangkajene Kepulauan, Maros, Makassar, Gowa, Takalar, dan Kepulauan Selayar,” kata Plt Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Nasrol Adil.
Sementara hujan dengan Intensitas sedang hingga lebat terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Luwu Utara, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Bone, Sinjai, Jeneponto, Bantaeng dan Bulukumba. Selain itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan Sulawesi Selatan bagian selatan.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar per 25 Februari 2026 pukul 21.30 WITA, jumlah pengungsi tercatat mencapai 878 jiwa dengan 239 keluarga tersebar di dua kecamatan Manggala dan Biringkanaya meliputi empat kelurahan terdampak banjir.
Jumlah posko pengungsian tersebar di 15 titik. Kecamatan Biringkanaya di SD Paccerakkang, Masjid Lailatul Qadar, rumah warga Paccerakkang, rumah kos depan SMAN 18, Masjid Nurul Hikmah Bukka Mata, Kantor Lurah Paccerakkang, Masjid Ar Ra’mun, Masjid Nurul Ikhlas Kodam III, Masjid Al Ummah. Di Kecamatan Manggala, di Masjid Al Muttaqin, Masjid Jabal Nur, Posyandu Anyelir, Masjid Yuda Al Fatih, Masjid Al Mukarramah dan Masjid Al Kautsar.(*)