

Terasberita-Makassar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mengeluarkan prakiraan cuaca untuk wilayah Sulawesi Selatan pada Rabu, 19 Februari 2026. Dalam prakiraan resmi yang dibuat pada Selasa, 18 Februari 2026 pukul 14.00 WITA, BMKG memperingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama kawasan Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara yang akan diguyur hujan hampir sepanjang hari.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait angin kencang yang berpotensi terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap dampak cuaca buruk, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan, nelayan, dan pengguna transportasi laut.
Pagi Hari: Hujan Ringan hingga Sedang di Kawasan Luwu
Memasuki pagi hari, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan diprediksi berawan. Namun, wilayah Luwu dan Luwu Utara berpotensi mengalami hujan ringan, sementara Luwu Timur diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang. Kondisi ini menandakan bahwa kawasan Luwu Raya akan menjadi zona dengan curah hujan tertinggi sepanjang hari.
Hujan di pagi hari dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama para pelajar dan pekerja yang berangkat menuju sekolah atau kantor. Pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati karena jalan berpotensi licin dan jarak pandang berkurang akibat intensitas hujan.
Siang hingga Sore: Hujan Meluas, Makassar dan Parepare Berawan
Memasuki siang hingga sore hari, kondisi cuaca berpotensi semakin dinamis. Hampir seluruh wilayah Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan ringan, kecuali tiga wilayah yang akan mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi — yaitu Luwu, Luwu Timur, dan Luwu Utara yang kembali diprediksi diguyur hujan sedang.
Sementara itu, wilayah Kepulauan Selayar, Makassar, dan Parepare diprediksi hanya akan berawan tanpa hujan. Kondisi ini memberikan sedikit kelegaan bagi warga ibu kota Sulawesi Selatan dan sekitarnya yang dapat beraktivitas tanpa gangguan curah hujan signifikan, meskipun langit tetap tertutup awan.
Hujan siang hingga sore hari dapat memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama di jam sibuk pulang kerja dan sekolah. Potensi genangan air di sejumlah titik rawan banjir juga perlu diwaspadai, terutama di kawasan dengan sistem drainase yang kurang memadai.
Malam hingga Dini Hari: Hujan Ringan Masih Berlanjut di Luwu
Memasuki malam hari, sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan kembali diprediksi berawan. Namun, kawasan Enrekang, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur masih berpotensi mengalami hujan ringan. Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah Luwu Raya akan tetap basah sepanjang hari — dari pagi hingga malam.
Pada dini hari, hanya wilayah Luwu Timur yang masih berpotensi mengalami hujan ringan, sementara wilayah lainnya diprediksi berawan. Cuaca pada dini hari ini penting diperhatikan oleh masyarakat yang memiliki aktivitas subuh atau perjalanan jarak jauh di pagi buta.
Kondisi Atmosfer: Suhu, Kelembapan, dan Angin
BMKG juga merilis informasi mengenai kondisi atmosfer di Sulawesi Selatan esok hari. Suhu udara diprediksi berkisar antara 18 hingga 36 derajat Celcius — dengan suhu terendah kemungkinan terjadi di wilayah dataran tinggi seperti Enrekang dan sekitarnya, sementara suhu tertinggi dapat terjadi di wilayah pesisir.
Kelembapan udara diprediksi sangat tinggi, berkisar antara 75 hingga 100 persen. Tingkat kelembapan yang tinggi ini dapat membuat udara terasa lebih pengap dan gerah, terutama di kawasan perkotaan dengan sirkulasi udara terbatas.
Angin diprediksi bertiup dari arah barat hingga utara dengan kecepatan 7 hingga 31 kilometer per jam. Kecepatan angin maksimal yang mencapai 31 km/jam termasuk dalam kategori angin kencang dan berpotensi menimbulkan dampak, terutama di wilayah terbuka, pesisir, dan perairan.
Peringatan Dini: Waspada Angin Kencang di Barat dan Selatan Sulsel
Dalam prakiraan cuacanya, BMKG Makassar secara khusus mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan. Masyarakat diminta untuk waspada terhadap dampak angin kencang, seperti pohon tumbang, atap bangunan terangkat, papan reklame roboh, hingga gelombang tinggi di perairan.
Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau untuk tidak melaut apabila kondisi cuaca buruk atau gelombang tinggi. Sementara itu, pengguna jalan raya diminta untuk berhati-hati terhadap benda-benda yang berpotensi jatuh akibat tiupan angin kencang.
Prakiraan cuaca ini dibuat oleh prakirawan BMKG Makassar pada Selasa, 18 Februari 2026 pukul 14.00 WITA dan dapat diakses melalui situs resmi BMKG di http://www.bmkg.go.id. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perubahan kondisi cuaca yang dinamis.(*)