NAMA GAMBAR

Kota Makassar Tetapkan Lima Kelurahan Sadar Kerukunan, Perkuat Moderasi Beragama dan Harmoni Lintas Iman

waktu baca 3 minutes
Selasa, 24 Feb 2026 15:03 0 6 Redaksi

Terasberita-Makassar. Pemerintah Kota Makassar resmi menetapkan lima wilayah sebagai “Kelurahan Sadar Kerukunan” untuk memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Inisiatif yang berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ini diproyeksikan menjadi percontohan nasional dalam menjaga harmoni sekaligus meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama di Kota Daeng.

Sinergi Pemerintah dan Tokoh Lintas Agama

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen berkelanjutan yang didukung oleh regulasi pemerintah daerah. Saat menerima audiensi jajaran Kemenag dan FKUB di Balai Kota (23/2), Munafri menyatakan dukungannya terhadap langkah preventif dalam menjaga stabilitas sosial.

“Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh program ini, termasuk dukungan secara regulasi agar berkelanjutan,” tegas Munafri.

Peluncuran ini dijadwalkan berlangsung pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan momentum strategis perayaan Cap Go Meh yang tahun ini beririsan dengan awal bulan suci Ramadan.

Daftar Wilayah dan Kriteria Kelurahan Sadar Kerukunan

Menurut Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Muhammad, pemilihan lokasi dilakukan secara selektif berdasarkan tingkat heterogenitas dan keberadaan fasilitas rumah ibadah yang beragam.

Berikut adalah persebaran wilayah percontohan tersebut:

  • Kecamatan Wajo
  • Kecamatan Manggala
  • Kecamatan Tamalate

Kriteria Utama Penetapan:

  1. Representasi Rumah Ibadah: Adanya keberadaan Masjid, Gereja, Pura, hingga Kelenteng dalam satu wilayah.
  2. Kehadiran Tokoh Agama: Aktifnya pemuka agama dari berbagai keyakinan yang berinteraksi secara harmonis.
  3. Keterlibatan Pemuda: Adanya forum pemuda lintas agama sebagai agen informasi dan penggerak kerukunan.

Mencegah Konflik Sejak Dini (Deteksi Dini)

Kepala Kemenag menjelaskan bahwa selama ini penanganan seringkali bersifat reaktif (setelah konflik terjadi). Melalui Kelurahan Sadar Kerukunan, pendekatan berubah menjadi proaktif dan preventif.

“Selama ini kita sering turun setelah terjadi konflik. Dengan program ini, kita ingin mencegah sejak dini dan memastikan moderasi berjalan di akar rumput,” ujar Muhammad.

Kolaborasi Budaya: Cap Go Meh dan Ramadan

Ketua Panitia Jappa Jokka Cap Go Meh, Suzanna, menyebutkan bahwa tahun 2026 menjadi simbol keharmonisan yang unik dengan tema “Harmony in Life”. Rangkaian acara peluncuran akan dimeriahkan dengan:

  • Kirab Budaya: Prosesi Cap Go Meh dari Istana Dewi Kwan Im.
  • Religiusitas: Tabligh Akbar bersama Ustaz Das’ad Latif.
  • Sport & Youth: Lomba patrol remaja masjid dan night run pada 1 Maret 2026.

Kepala Kesbangpol Makassar, Fathur Rahim, menambahkan bahwa kolaborasi ini menunjukkan kedewasaan masyarakat Makassar dalam merawat toleransi. “Kegiatan Ramadan tahun ini tidak hanya kental nuansa keagamaan, tapi juga kebudayaan yang saling menguatkan,” tuturnya.

Kesimpulan: Makassar Menuju Kota Toleran Dunia

Dengan langkah sistematis ini, Makassar optimistis dapat memperbaiki peringkat Indeks Kerukunan Umat Beragama di level nasional. Partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan mampu menjadikan keharmonisan sebagai identitas utama kota, bukan sekadar tugas pemerintah semata.(*)

LAINNYA