

Terasberita-Makassar. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi dalam membangun Kota Makassar secara berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Munafri, yang akrab disapa Appi, saat menghadiri kegiatan Tudang Sipulung Bosowa yang dirangkaikan dengan buka puasa dan salat tarawih bersama di Gedung Balai 45, Kampus Universitas Bosowa, Minggu (22/2/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pendiri Bosowa Group, Aksa Mahmud, Ketua Yayasan Aksa Mahmud Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar.
Refleksi Satu Tahun KepemimpinanDalam sambutannya, Munafri menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-53 kepada Bosowa Group atas nama Pemerintah Kota Makassar.
Ia juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Bosowa, mengingat dirinya pernah menjadi bagian dari korporasi tersebut sebelum menjabat sebagai wali kota.
“Beberapa tahun lalu, saya pernah menjadi bagian dari organisasi besar ini dan diberi kepercayaan memegang beberapa unit usaha di Bosowa,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam menerapkan prinsip manajemen, kepemimpinan, serta nilai-nilai profesionalisme dalam tata kelola pemerintahan.
Namun, ia menegaskan telah melepaskan seluruh jabatan di perusahaan sejak mengemban amanah sebagai wali kota demi menjaga profesionalitas dan menghindari konflik kepentingan.
Munafri juga menyampaikan bahwa dua hari sebelumnya, ia bersama Wakil Wali Kota Makassar genap satu tahun menjalankan roda pemerintahan.
Dalam kurun waktu itu, berbagai program telah dijalankan, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
“Kota ini harus dibangun secara kolaboratif, bersinergi, dan dalam semangat kebersamaan,” tegasnya.
Ekonomi Tumbuh 5,39 PersenAppi memaparkan, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tahun ini mencapai 5,39 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, tingkat inflasi berhasil dijaga di bawah 2,5 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator bahwa kolaborasi yang dibangun selama satu tahun terakhir berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Ia menekankan peran sektor swasta sebagai salah satu pilar penting pembangunan.
Kehadiran Bosowa sebagai korporasi besar dinilai memiliki kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Menuju Impactful GovernanceMemasuki tahun kedua kepemimpinannya, Munafri menyatakan arah kebijakan Pemerintah Kota Makassar akan bergeser dari sekadar menerapkan prinsip good governance menuju impactful governance.
Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang baik tidak cukup hanya tertib secara administrasi, tetapi harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ke depan, yang kami dorong bukan hanya tata kelola yang baik, tetapi bagaimana setiap kebijakan benar-benar berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Munafri kembali menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi, menjadi kunci menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Makassar.
“Kehadiran Bosowa bukan hanya menjadi kebanggaan Makassar, tetapi juga telah tumbuh menjadi korporasi besar berskala nasional yang memberi manfaat luas bagi daerah-daerah tempatnya beroperasi,” pungkasnya.(*)