NAMA GAMBAR

Atasi Antrean Truk Sampah, Pemkot Makassar Benahi TPA Antang Secara Bertahap

waktu baca 3 minutes
Jumat, 27 Mar 2026 21:01 0 0 View Redaksi

Terasberita-Makassar. Pembangunan infrastruktur di kawasan TPA Antang Makassar menjadi langkah strategis pemerintah kota dalam mengatasi persoalan klasik: antrean panjang truk sampah dan kemacetan.

Namun, di balik investasi besar tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah pembenahan infrastruktur saja cukup untuk menyelesaikan masalah?

Masalah Lama: Antrean dan Akses Terbatas

Selama ini, TPA Antang kerap menjadi titik kemacetan akibat padatnya arus keluar masuk armada sampah. Kondisi ini semakin parah pada momen tertentu, seperti pasca arus mudik.

Antrean panjang tidak hanya menghambat distribusi sampah, tetapi juga berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.

Pembangunan jalan akses baru menjadi solusi jangka pendek yang diharapkan mampu mengurai kepadatan.

Infrastruktur vs Sistem Pengelolaan

Meski pembangunan jalan penting, persoalan utama sebenarnya terletak pada sistem pengelolaan sampah itu sendiri.

Jika tidak diiringi perbaikan sistem distribusi dan manajemen operasional, kemacetan berpotensi kembali terjadi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyadari hal ini dengan mendorong pembenahan menyeluruh.

“Saya memastikan sistem pengelolaan TPA harus dimaksimalkan dengan baik,” tuturnya.

Transformasi Jadi Kunci Jangka Panjang

Pemkot Makassar menargetkan TPA Antang tidak lagi sekadar menjadi tempat pembuangan akhir. Transformasi menuju sistem pengelolaan modern menjadi prioritas.

Konsep ini mencakup penataan area, pengelolaan timbunan, hingga potensi pengolahan sampah menjadi energi.

Jika berhasil, langkah ini bisa mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Risiko Jika Tidak Terintegrasi

Namun, tanpa integrasi yang kuat, pembangunan fisik berisiko tidak optimal. Jalan yang lebih lebar tidak akan efektif jika volume sampah terus meningkat tanpa kontrol.

Selain itu, pertumbuhan kota juga akan menambah tekanan terhadap kapasitas TPA.

Oleh karena itu, pendekatan harus mencakup hulu hingga hilir, mulai dari pengurangan sampah hingga pengolahan akhir.

Peran Teknologi dan Kebijakan

Pengembangan fasilitas seperti PSEL atau PLTSa bisa menjadi solusi jangka panjang. Namun, implementasinya membutuhkan investasi besar dan kajian matang.

“Kita masih melakukan komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Semua tentu harus melalui proses dan kajian yang matang,” ujar Munafri.

Selain teknologi, kebijakan pengurangan sampah di tingkat masyarakat juga menjadi faktor penting.

Langkah Awal yang Menjanjikan

Meski masih dalam tahap awal, langkah Pemkot Makassar dinilai sebagai upaya progresif dalam mengatasi persoalan sampah.

Penambahan alat berat, pembangunan akses jalan, hingga penataan kawasan menunjukkan adanya pendekatan bertahap.

Namun, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada konsistensi implementasi.

Solusi atau Sekadar Tambal Sulam?

Pada akhirnya, proyek ini bisa menjadi solusi nyata atau hanya perbaikan sementara, tergantung pada keberlanjutan kebijakan.

Jika pembenahan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, TPA Antang berpotensi menjadi model pengelolaan sampah modern.

Namun jika tidak, kemacetan dan antrean panjang bisa kembali menjadi masalah yang berulang—hanya dengan wajah yang berbeda.(*)

LAINNYA