NAMA GAMBAR

Bulog Salurkan Bantuan Pangan ke 88.809 Keluarga di Makassar Jelang Idulfitri 1447 H

waktu baca 2 minutes
Rabu, 18 Mar 2026 19:30 0 2 Redaksi

Terasberita-Makassar. Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan kepada 88.809 keluarga penerima manfaat di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Direktur Operasi Perum Bulog Andi Afdal menyampaikan bahwa giat ini serentak dilaksanakan secara nasional melalui kantor-kantor perwakilan serta kantor cabang Bulog seluruh Indonesia.

“Hari ini kita serahkan bantuan pangan untuk masyarakat sesuai data yang kita punya data dari Kementerian Sosial. Mereka adalah orang-orang yang membutuhkan,” kata Andi Afdal usai menyalurkan langsung bantuan pangan kepada warga di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar, Rabu.

Afdal mengemukakan bahwa bantuan pangan ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi dari Presiden, khususnya menjelang hari-hari besar keagamaan seperti saat ini.

Bantuan pangan berupa beras 20 kg dan minyak 4 liter itu merupakan alokasi bantuan untuk Februari dan Maret 2026.

“Bantuan ini sesungguhnya bukan kegiatan yang baru, setiap tahun ada. Harapan kita, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, bisa membantu masyarakat karena kebutuhannya sangat tinggi saat ini,” urainya.

Dengan Penerima Bantuan Pangan (PBP) sebanyak 88.809 keluarga di Makassar, Perum Bulog menyiapkan beras sebanyak 1.776.180 kg dan minyak goreng 355.236 liter.

Seorang PBP bernama Sumarni mengaku tidak menyangka bahwa bantuan pangan ini akan diterima sebelum lebaran, sehingga dirinya sangat bersyukur atas bantuan pangan yang disalurkan.

“Bantuan ini sangat membantu dan waktunya juga sangat tepat menjelang lebaran, apalagi sekarang semuanya mahal. Alhamdulillah ada beras untuk kita buat buras (panganan khas Sulsel),” kata dia.

Perempuan yang tinggal bersama empat anggota keluarga lainnya mengatakan beras 20 kg itu bisa dikonsumsi selama sebulan setengah, namun karena bertepatan menjelang Hari Raya Idul Fitri maka kemungkinan akan habis hanya dengan satu bulan.

“Mudah-mudahan ke depannya berlanjut supaya bisa membantu masyarakat, apalagi pangan makin hari makin mahal,” tambah perempuan berhijab itu.(*)

LAINNYA