

Terasberita-Makassar. Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum menggelar Diskusi Interaktif Ekosistem dan Bimbingan Teknis Layanan Perseroan Perorangan pada Aplikasi AHU Link, Selasa (3/3/2026) sore. Kegiatan yang berlangsung di Grand Melia Hotel Jakarta ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang AHU Kemenkum Sulsel, Ramli
Direktur Badan Usaha Ditjen AHU, Dr. Andi Taletting Langi dalam pengantarnya, memaparkan capaian transformasi digital layanan AHU yang kini telah mencakup sekitar 70 jenis layanan dan seluruhnya telah berbasis sistem digital. Tidak ada lagi layanan yang berjalan secara manual, semuanya by system, sebuah lompatan besar yang mencerminkan keseriusan Kementerian Hukum dalam mewujudkan birokrasi modern yang efisien dan transparan.
Pada forum tersebut, disampaikan pula dua program unggulan Ditjen AHU di wilayah untuk tahun 2026, yakni Layanan Apostille dan Perseroan Perorangan. Khusus untuk Perseroan Perorangan, Ditjen AHU menetapkan target ambisius secara nasional, yakni minimal 80.000 pendirian sepanjang tahun 2026. Angka ini menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi seluruh kantor wilayah untuk berkontribusi maksimal dalam mendorong legalisasi UMKM di daerahnya masing-masing.
Sementara itu, Kabid AHU, Ramli yang hadir lanvsing dalam kegiatan menyampaikan, bagi Kanwil Kemenkum Sulawesi Selatan, target yang ditetapkan Ditjen AHU untuk tahun 2026 adalah sebanyak 1.541 pendirian Perseroan Perorangan dalam kategori klaster B, dengan target minimum jangka pendek periode Januari hingga Maret sebanyak 185 pendirian. Namun, Bidang AHU Kanwil Sulsel tidak puas hanya dengan target minimum tersebut. Mereka berkomitmen untuk mencapai 500 pendirian dalam jangka pendek, dan hasilnya sudah sangat menjanjikan, hingga 3 Maret 2026, sebanyak 397 pendirian telah berhasil diselesaikan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, menyatakan kebanggaannya atas capaian yang telah diraih oleh Tim Bidang AHU Sulsel dalam waktu yang relatif singkat. “Angka 397 pendirian dalam kurun waktu dua bulan bukan angka yang kecil. Ini adalah buah dari kerja keras, dan semangat tim kita yang tidak mau berhenti hanya di angka minimal. Saya yakin, target 1.541 pendirian hingga akhir tahun ini bukan sesuatu yang mustahil untuk kita capai bersama,” ujar Andi Basmal penuh optimisme. Rabu, 4 Maret 2026.
Andi Basmal juga menggarisbawahi bahwa angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan representasi nyata dari pelaku UMKM di Sulawesi Selatan yang kini telah memiliki kepastian dan perlindungan hukum atas usaha mereka. “Setiap satu Perseroan Perorangan yang terdaftar berarti satu pelaku usaha yang kini berdiri di atas fondasi hukum yang kokoh, ebih mudah mengakses pembiayaan, lebih dipercaya mitra bisnis, dan lebih terlindungi oleh negara. Inilah makna sesungguhnya dari pekerjaan kita,” pungkas Andi Basmal.(*)