NAMA GAMBAR

UTD Palang Merah Indonesia Makassar dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan Teken PKS, Perangi Modus Vape Narkoba yang Ancam Remaja

waktu baca 3 minutes
Kamis, 5 Mar 2026 04:11 0 5 Redaksi

Terasberita-Makassar. Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan baru-baru ini menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat upaya edukasi dan pencegahan bahaya narkoba di masyarakat.

Kerja sama strategis ini difokuskan pada kampanye bahaya narkoba yang dinilai kian mengkhawatirkan, terutama dengan menyasar kalangan remaja dan anak-anak. Modus penyalahgunaan narkotika kini semakin beragam dan sulit terdeteksi, menuntut pendekatan yang lebih komprehensif.

Ketua UTD PMI Makassar, Syamsu Rizal, menjelaskan bahwa dampak narkoba sangat merusak, mulai dari kesehatan fisik, mental, hingga keharmonisan keluarga. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi krusial untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman serius ini.

Modus Baru Penyalahgunaan Narkoba Ancam Remaja

BNNP Sulsel menyoroti munculnya modus baru penyalahgunaan narkotika yang sangat meresahkan, yakni penggunaan vape yang dicampur dengan zat sintetis narkotika golongan II. Modus ini menjadi perhatian serius karena sulit terdeteksi oleh orang tua maupun guru.

“BNNP Sulsel mencatat sekitar 30 siswa menjalani rehabilitasi akibat penggunaan vape yang dicampur zat sintetis narkotika golongan II,” kata Syamsu Rizal, mengutip data dari BNNP Sulsel. Kondisi ini menunjukkan betapa rentannya remaja terhadap inovasi penyalahgunaan narkoba.

Selain vape, penyalahgunaan lem dan obat keras juga menjadi masalah yang terus dipantau oleh Kepala BNNP Sulsel Kombes Pol Agung Prabowo yang diwakili stafnya. Perilaku menyimpang ini seringkali menjadi pintu masuk bagi penyalahgunaan narkoba yang lebih serius di kalangan anak-anak dan remaja.

Oleh karena itu, orang tua dan guru diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan perilaku anak, seperti malas sekolah, pergaulan menyimpang, atau kondisi fisik yang tampak lelah. Tanda-tanda ini bisa menjadi indikasi awal adanya masalah penyalahgunaan zat.

Sinergi Lintas Sektor Perkuat Kampanye Pencegahan

Pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan organisasi kemasyarakatan seperti PMI harus terlibat secara kolektif.

Melalui PKS ini, PMI Makassar dan BNNP Sulsel berkomitmen untuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah serta komunitas masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba dan membangun ketahanan diri generasi muda.

“Melalui PKS ini, PMI Makassar dan BNNP Sulsel akan menggencarkan sosialisasi di sekolah dan masyarakat guna menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkoba,” demikian disampaikan dalam keterangan pers. Inisiatif ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak individu dan keluarga.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antarlembaga dapat menciptakan dampak positif yang lebih luas dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, diharapkan lingkungan yang lebih aman dan sehat dapat tercipta bagi generasi penerus bangsa.(*)

LAINNYA