NAMA GAMBAR

Kecamatan Tallo Tertibkan PKL di Jalan Regge–Rapokalling

waktu baca 2 minutes
Selasa, 20 Jan 2026 10:44 0 19 Redaksi

Terasberita-Makassar. Pemerintah Kecamatan Tallo kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga ketertiban dan keselamatan ruang publik melalui kegiatan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan fasilitas umum dan bahu jalan di kawasan Jalan Regge–Rapokalling, Kota Makassar.

Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis, tanpa mengedepankan tindakan represif.

Penertiban tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Camat (Sekcam) Tallo, Rahmat, bersama jajaran kelurahan serta unsur pengamanan, Senin (19/01/2025).

Hadir dalam kegiatan itu Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Tallo, Lurah Rapokalling, Lurah Tammua, staf kelurahan, RT/RW, Linmas, serta dukungan personel Satpol PP BKO Kecamatan Tallo.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan kepada pihak kecamatan.

Aktivitas PKL di sepanjang bahu jalan dan fasilitas umum dinilai telah mengganggu kelancaran arus lalu lintas, membahayakan keselamatan pengguna jalan, serta mengurangi kenyamanan lingkungan sekitar.

Petugas gabungan menyampaikan teguran secara langsung kepada para pedagang, sekaligus memberikan pemahaman mengenai aturan pemanfaatan ruang publik.

Selain itu, dilakukan pembersihan serta pengangkutan material lapak yang melanggar ketentuan, dengan tetap mengedepankan komunikasi yang santun dan dialogis.

Sekcam Tallo, Rahmat, menegaskan bahwa penertiban ini bukan bertujuan untuk mematikan mata pencaharian masyarakat, melainkan sebagai upaya menciptakan keteraturan dan keselamatan bersama.

Ia menekankan bahwa ruang publik harus digunakan sesuai fungsinya agar tidak menimbulkan risiko, terutama bagi pengguna jalan.

“Kami mengimbau para pedagang agar tidak lagi menggunakan fasilitas umum dan bahu jalan sebagai tempat berjualan. Ini demi keselamatan bersama dan kenyamanan lingkungan. Penertiban dilakukan secara persuasif, bukan dengan kekerasan,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Rahmat juga menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan terbuka untuk berdialog dengan para PKL, termasuk mendorong mereka agar menempati lokasi yang telah ditetapkan atau tidak melanggar aturan.

Menurutnya, ketertiban kota hanya bisa terwujud jika ada kesadaran dan kerja sama dari semua pihak.(*)

LAINNYA