

Terasberita-Makassar. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV-Makassar memprediksi cuaca hujan sedang hingga lebat akan terjadi pada sejumlah wilayah Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut akan berlangsung hingga 23 Januari 2026.
Menanggapi hal tersebut, PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan penggunaan listrik saat cuaca ekstrem yang berpotensi disertai hujan lebat, banjir, hingga angin kencang. Imbauan ini disampaikan guna meminimalisir risiko bahaya kelistrikan serta menjaga keselamatan masyarakat.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menegaskan keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama PLN, terlebih saat kondisi cuaca tidak menentu.
“PLN mengimbau masyarakat mengutamakan keselamatan kelistrikan saat cuaca ekstrem. Apabila banjir terjadi dan air mulai memasuki rumah, segera matikan Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter, cabut peralatan elektronik dari stop kontak, serta pindahkan ke tempat yang aman dan kering,” ujar Edyansyah.
Edyansyah menambahkan, kondisi angin kencang juga perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan gangguan maupun membahayakan keselamatan. Masyarakat diminta menghindari aktivitas di dekat tiang atau jaringan listrik, serta tidak mendekati kabel yang menjuntai, tiang yang miring, atau kondisi lain yang berpotensi menimbulkan bahaya.
“Jika masyarakat melihat potensi bahaya seperti kabel menjuntai, tiang miring, percikan api, maupun gangguan lain akibat pohon tumbang atau material terbawa angin, segera laporkan melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar petugas dapat melakukan pengamanan,” jelasnya.
Terkait potensi gangguan listrik, Edyansyah menyampaikan bahwa dalam kondisi cuaca ekstrem terdapat kemungkinan gangguan kelistrikan di beberapa wilayah, misalnya akibat banjir, pohon tumbang, maupun material terbawa angin yang mengenai jaringan.
Namun PLN telah menyiagakan 71 posko siaga kelistrikan dan 2.278 personel untuk melakukan pemantauan, pengamanan, serta percepatan pemulihan bila terjadi gangguan.
“Jika diperlukan pemadaman sementara, itu dilakukan untuk pengamanan jaringan dan keselamatan masyarakat. Pasokan listrik akan dipulihkan secepatnya setelah kondisi dinyatakan aman,” tutup Edyansyah.
Untuk mencegah potensi bahaya kelistrikan yang lebih luas, masyarakat dapat melapor melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, atau menghubungi kantor unit PLN terdekat.(*)