

Terasberita-Makassar. Cuaca yang sejak pagi terasa tak menentu di Makassar akhirnya benar-benar meninggalkan jejak kerusakan.
Hujan yang datang berselang-seling, disertai hembusan angin kencang, membuat aktivitas warga terganggu dan memicu insiden pohon tumbang di berbagai lokasi.
Sejumlah rumah warga hingga fasilitas umum tak luput dari dampaknya.
Situasi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bergerak cepat. Sejak laporan pertama masuk, tim langsung turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus meminimalkan risiko lanjutan.
Pohon Tumbang dan Rumah Rusak di Sejumlah Wilayah
Kepala BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menyampaikan bahwa hujan disertai angin kencang terjadi sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut memicu tumbangnya beberapa pohon berukuran besar dan menyebabkan kerusakan pada rumah warga.
Berdasarkan pendataan sementara, 19 rumah warga mengalami kerusakan, disusul satu fasilitas pendidikan serta dua unit mobil yang terdampak langsung. Secara keseluruhan, terdapat 16 titik lokasi kejadian yang tersebar di berbagai kecamatan.
Salah satu insiden yang cukup menyita perhatian terjadi di Jalan Ir Sutami, Kecamatan Tamalanrea, di mana dua mobil tertimpa pohon akibat angin kencang.
Tim Reaksi Cepat Diterjunkan ke Lapangan
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Makassar bersama dinas terkait langsung melakukan respons darurat. Fokus utama penanganan diarahkan pada pembersihan material pohon tumbang, pengamanan lokasi, serta pendataan dampak kerusakan.
“Sejak laporan masuk, tim langsung bergerak untuk memastikan kondisi aman dan membantu warga terdampak,” ujar Muhammad Fadli Tahar.
Selain penanganan awal, BPBD juga melakukan asesmen lapangan untuk menilai tingkat kerusakan serta kebutuhan mendesak masyarakat di setiap lokasi kejadian.
Bantuan Darurat Disalurkan Bertahap
Berdasarkan hasil penilaian tersebut, BPBD Kota Makassar menyalurkan bantuan kedaruratan serta bahan rekonstruksi dan rehabilitasi kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan tingkat kerusakan di masing-masing lokasi.
Langkah ini diambil agar seluruh warga yang terdampak mendapatkan penanganan yang adil dan sesuai kebutuhan di lapangan, tanpa mengabaikan titik kejadian yang skalanya lebih kecil.
Cuaca Masih Perlu Diantisipasi
Kejadian ini sejalan dengan peringatan cuaca yang sebelumnya disampaikan BMKG. Potensi hujan disertai angin kencang masih dapat terjadi, terutama di wilayah barat dan selatan Sulawesi Selatan.
Muhammad Fadli Tahar mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat beraktivitas di luar rumah atau berada di sekitar pepohonan dan bangunan tua.
“Jika terjadi kondisi darurat atau potensi bahaya di lingkungan sekitar, segera laporkan ke BPBD agar bisa ditangani secepat mungkin,” ujarnya.
Cuaca mungkin bersifat sementara, namun dampaknya bisa nyata. Ke depan, kewaspadaan warga dan respons cepat pemerintah menjadi kunci agar risiko serupa tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.(*)