

Terasberita-Makassar. Upaya meningkatkan kualitas aparatur pemerintahan di Sulawesi Selatan kini bergerak ke level yang lebih luas. Pemerintah provinsi mulai membuka akses pelatihan internasional bagi aparatur sipil negara (ASN), sebuah langkah yang berpotensi mengubah cara birokrasi daerah beradaptasi dengan tuntutan global.
Kolaborasi ini tidak hanya menyasar peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga cara berpikir dan standar kerja aparatur. Bagi publik, langkah tersebut menjadi sinyal bahwa reformasi kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak lagi berhenti di ruang pelatihan lokal.
Kerja Sama Sulsel–Singapura Mulai Dibangun
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama strategis dengan Pemerintah Singapura, khususnya di bidang pengembangan SDM dan pendidikan vokasi. Komitmen itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, saat menerima perwakilan Kedutaan Besar Singapura di Makassar.
Menurut Jufri, peningkatan kapasitas aparatur menjadi fondasi penting dalam mendorong pelayanan publik yang lebih adaptif dan profesional. Program yang ditawarkan meliputi pelatihan pegawai, penguatan sekolah vokasi, hingga pengembangan pendidikan kejuruan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Tidak Hanya ASN Provinsi
Kerja sama ini tidak dibatasi hanya untuk ASN di lingkup pemerintah provinsi. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulsel, Asrul Sani, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas aparatur seharusnya menjangkau ASN kabupaten dan kota di seluruh Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut dinilai penting agar kualitas tata kelola pemerintahan meningkat secara merata, bukan terpusat di level provinsi saja. Dengan pola ini, efek pelatihan diharapkan terasa langsung hingga ke pelayanan publik di daerah.
Singapura Tawarkan Program Pelatihan Pemerintahan
Dari pihak Singapura, Embassy of the Republic of Singapore–Jakarta melalui First Secretary (Political), Malik Vickland, menyampaikan bahwa negaranya memiliki sejumlah program pengembangan aparatur pemerintahan yang terbuka bagi PNS dari Sulawesi Selatan.
Program tersebut berada dalam kerangka Singapore Cooperation Programme (SCP), yang selama ini dikenal fokus pada peningkatan kapasitas birokrasi, perencanaan kebijakan, dan manajemen pemerintahan. Singapura berharap lebih banyak PNS dari Sulsel dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan tersebut secara langsung.
Lebih dari Sekadar Pelatihan
Di luar aspek teknis, kerja sama ini membawa pesan yang lebih luas. Pemerintah daerah mulai melihat pengembangan SDM sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar agenda administratif. Pendidikan vokasi, aparatur yang kompeten, dan jejaring internasional menjadi satu paket yang saling terkait.
Bagi Sulawesi Selatan, kolaborasi ini juga membuka peluang lanjutan di sektor investasi dan penguatan ekonomi daerah. Ketika aparatur memiliki kapasitas yang lebih baik, iklim kebijakan dan layanan publik ikut terdorong ke arah yang lebih kompetitif.
Ke depan, arah kerja sama ini akan menentukan seberapa jauh pemerintah daerah mampu menerjemahkan peluang internasional menjadi manfaat nyata bagi masyarakat. Bukan hanya soal siapa yang berangkat pelatihan, tetapi bagaimana dampaknya terasa dalam kehidupan sehari-hari warga Sulawesi Selatan.(*)