NAMA GAMBAR

Wali Kota Makassar Kritik Rakor Sekadar Formalitas, Dorong Inovasi Demi PAD 2026

waktu baca 3 minutes
Selasa, 10 Feb 2026 13:06 0 1 Redaksi

Terasberita-Makassar. Rapat koordinasi kerap berakhir sebagai agenda rutin yang selesai begitu acara ditutup. Namun pesan berbeda disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat membuka Rapat Koordinasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Makassar tahun 2026.

Di hadapan jajaran pemerintah daerah, ia mengingatkan bahwa forum ini tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus berujung pada capaian yang bisa diwujudkan.

Pesan itu disampaikan Munafri—yang akrab disapa Appi—saat Rakor PAD digelar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026). Menurutnya, setiap diskusi dan komitmen yang lahir dari forum tersebut membawa tanggung jawab yang tidak ringan.

Rakor Sebagai Komitmen, Bukan Formalitas

Dalam sambutannya, Appi menekankan bahwa Rakor PAD bukan sekadar pertemuan administratif. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen bersama yang harus dijalankan secara konsisten oleh seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar.

Ia bahkan mengibaratkan kesepakatan yang terbangun dalam rakor sebagai sebuah akad. Bagi Appi, komitmen yang tidak ditindaklanjuti bukan hanya soal kinerja, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral.

Kritik Terhadap Pola Lama

Appi secara terbuka mengkritik pola kegiatan yang hanya menghabiskan anggaran tanpa menghasilkan dampak nyata. Menurutnya, akan terasa naif jika peserta hanya hadir, mengikuti rangkaian acara, lalu pulang tanpa membawa gagasan yang bisa diterjemahkan menjadi kebijakan atau terobosan.

Ia menilai, materi dan diskusi yang disampaikan para narasumber dalam Rakor PAD menyimpan banyak pelajaran penting. Tantangannya bukan pada ketersediaan ide, melainkan pada kemampuan perangkat daerah untuk mengolahnya menjadi langkah konkret.

Dorong Inovasi OPD dan Bapenda

Dalam konteks peningkatan pendapatan daerah, Appi mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan SKPD terkait, agar lebih berani menghadirkan inovasi.

Menurutnya, setiap perangkat daerah memiliki ruang dan potensi masing-masing untuk menggali sumber PAD. Inovasi menjadi kunci agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai data, tetapi berubah menjadi kontribusi nyata bagi daerah.

Target PAD dan Optimisme Pemerintah Kota

Appi juga menyampaikan optimisme terhadap potensi PAD Kota Makassar. Dengan kondisi dan sumber daya yang ada, ia meyakini pendapatan daerah tidak akan berada di bawah angka Rp2,7 triliun, asalkan dikelola secara maksimal dan terukur.

Target tersebut, menurutnya, bukan sekadar angka ambisius, melainkan sesuatu yang realistis untuk dikejar jika seluruh jajaran bekerja dengan pendekatan yang tepat.

Digitalisasi sebagai Pendekatan Strategis

Untuk mencapai target tersebut, Appi menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan pendapatan daerah. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan transparansi, efisiensi, sekaligus memperluas ruang optimalisasi PAD.

Digitalisasi, dalam pandangannya, bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan secara konsisten dalam sistem pendapatan daerah.

Lebih dari Sekadar Pertemuan

Menutup sambutannya, Appi mengajak seluruh peserta Rakor PAD untuk menjaga kebersamaan dan komunikasi, termasuk melalui jamuan makan malam bersama. Bagi Pemerintah Kota Makassar, membangun kedekatan antarpeserta juga menjadi bagian dari upaya menyatukan visi dan komitmen.

Ke depan, tantangan utama Rakor PAD 2026 bukan terletak pada besarnya target, melainkan pada konsistensi menjalankan kesepakatan yang telah dibangun. Dari forum inilah, publik menanti apakah janji optimalisasi PAD benar-benar diterjemahkan menjadi hasil nyata bagi Kota Makassar.(*)

LAINNYA