

Terasberita-Makassar. Aktivitas kendaraan di Jalan Hertasning, Makassar, dan ruas Burung-Burung–Bili-Bili di Kabupaten Gowa dalam beberapa waktu terakhir tak lepas dari pengerjaan proyek jalan. Alat berat dan pembatas proyek menjadi pemandangan harian, sekaligus penanda bahwa dua jalur strategis itu tengah dibenahi.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempercepat penanganan preservasi jalan melalui skema Multiyears Project (MYP) Paket 1. Fokusnya berada pada peningkatan kualitas dan pelebaran ruas yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga di Makassar dan Gowa.
Kenapa Dua Ruas Ini Diprioritaskan?
Menurut Andi Sudirman Sulaiman, peningkatan dan preservasi jalan menjadi bagian dari upaya memperbaiki konektivitas antarwilayah serta mengurai kepadatan lalu lintas.
Jalan Hertasning dikenal sebagai salah satu jalur padat di Kota Makassar, menghubungkan kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga area komersial. Sementara ruas Burung-Burung–Bili-Bili di Gowa menjadi akses penting yang menopang aktivitas ekonomi dan pergerakan warga dari dan menuju kawasan penyangga ibu kota provinsi.
Perbaikan melalui skema MYP dirancang agar pekerjaan dapat dilakukan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun anggaran, sehingga kualitas konstruksi dan daya tahan jalan lebih terjamin.
Dampak Pengerjaan di Lapangan
Pemprov Sulsel mengakui, selama proses pelebaran dan penataan badan jalan berlangsung, potensi gangguan akses tidak dapat dihindari. Warga di sepanjang ruas pekerjaan kemungkinan mengalami pembatasan keluar-masuk kendaraan atau perubahan arus lalu lintas sementara.
Gubernur mengajak masyarakat untuk mendukung proses pembangunan, termasuk memberi akses di area depan rumah atau tempat usaha apabila diperlukan untuk penataan badan jalan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama proyek berjalan.
Infrastruktur dan Aktivitas Ekonomi
Secara jangka panjang, peningkatan kualitas jalan diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, sekaligus mengurangi waktu tempuh perjalanan harian.
Di kawasan urban seperti Makassar dan wilayah penyangga seperti Gowa, kualitas infrastruktur jalan kerap berbanding lurus dengan pertumbuhan aktivitas ekonomi. Jalur yang lebih lebar dan tertata rapi berpotensi mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.
Namun, manfaat tersebut baru akan terasa setelah proses pengerjaan rampung. Selama proyek berjalan, partisipasi dan kesabaran warga menjadi faktor penting agar progres pekerjaan tidak terhambat.
Percepatan MYP Paket 1 ini menandai komitmen Pemprov Sulsel dalam pembenahan infrastruktur strategis. Tantangannya kini berada pada pengawalan pelaksanaan di lapangan—agar target kualitas tercapai tanpa mengorbankan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.(*)