NAMA GAMBAR

Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Hadirkan Buka Puasa Ramah Lingkungan, Sajikan 1.200 Porsi Tanpa Plastik

waktu baca 3 minutes
Sabtu, 28 Feb 2026 13:33 0 8 Redaksi

Terasberita-Makassar. Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali menyelenggarakan program buka puasa rutin bagi masyarakat setiap tahunnya. Tahun ini, program tersebut mengusung konsep penyajian makanan yang ramah lingkungan. Inisiatif ini merupakan bentuk komitmen masjid dalam mendukung keberlanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap alam.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan 2026, panitia secara khusus memilih kemasan kertas nasi yang dilapisi daun. Pilihan ini diambil untuk menekan jumlah sampah plastik yang dihasilkan dari kegiatan buka puasa massal. Langkah progresif ini menunjukkan kepedulian mendalam terhadap lingkungan.

Program buka puasa ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebaikan di bulan suci, tetapi juga menjadi cerminan kepedulian sosial yang kuat. Selain itu, kegiatan ini menegaskan komitmen nyata Masjid Al-Markaz dalam upaya pengurangan limbah selama bulan Ramadhan.

Inovasi Kemasan Minim Sampah Plastik

Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Nanissa Suwarni, menjelaskan alasan di balik perubahan penggunaan kemasan makanan. Pihaknya secara sengaja menghindari pemakaian plastik seperti boks atau kemasan mika. Hal ini dikarenakan volume sampah plastik yang dihasilkan sangat besar dan sulit terurai.

“Kami menghindari penggunaan plastik seperti box atau kemasan mika karena sampahnya sangat banyak,” ujar Nanissa Suwarni di Makassar, Sabtu. Dengan kemasan yang terbuat dari daun dan kertas, sisa makanan dapat langsung dibuang tanpa meninggalkan banyak residu plastik. Inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Konsep ramah lingkungan ini sejalan dengan gerakan global untuk mengurangi limbah plastik. Pemanfaatan bahan alami dan mudah terurai menjadi solusi efektif. Masjid Al-Markaz menunjukkan bahwa kegiatan sosial berskala besar pun dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kelestarian alam.

Distribusi Terstruktur untuk Ribuan Porsi

Program pembagian buka puasa Ramadhan di Masjid Al-Markaz menargetkan jumlah yang signifikan setiap harinya. Sebanyak 1.200 porsi takjil dan makan malam disiapkan untuk masyarakat. Angka ini menunjukkan skala besar dari kegiatan sosial yang rutin diselenggarakan oleh masjid.

Proses distribusi makanan diatur secara terstruktur dan tertib. Pembagian takjil dilakukan sebelum adzan Magrib berkumandang. Sementara itu, makanan utama didistribusikan setelah sholat Magrib menggunakan sistem kupon.

Penggunaan kupon menjadi kunci dalam memastikan pembagian makanan berlangsung lancar dan merata. Sistem ini membantu menghindari kerumunan dan memastikan setiap penerima mendapatkan haknya. Efisiensi dan ketertiban menjadi prioritas dalam penyelenggaraan program ini.

Tantangan dan Dedikasi Tim Dapur

Di balik kelancaran program ini, terdapat tim dapur yang bekerja keras. Dapur utama dikelola oleh satu juru masak profesional. Ia dibantu oleh sebelas orang asisten di bagian dapur untuk mempersiapkan hidangan utama.

Selain itu, enam orang lainnya memiliki tugas khusus dalam menyiapkan dan membungkus takjil. Koordinasi yang baik antar anggota tim menjadi krusial. Meskipun demikian, Nanissa menyebutkan bahwa tidak ada kendala berarti yang dihadapi dalam proses produksi.

Faktor cuaca menjadi satu-satunya tantangan signifikan yang kerap mempengaruhi operasional. Dapur yang digunakan masih berupa tenda, sehingga hujan dan angin kencang dapat mengganggu nyala kompor. “Kalau hujan dan angin memang sedikit mempengaruhi, tapi di luar itu tidak ada kendala berarti,” kata Nanissa, menegaskan ketangguhan timnya.(*)

LAINNYA