NAMA GAMBAR

Di Masjid Raya Makassar, Gus Adib Ingatkan Tantangan Kerukunan di Era Digital

waktu baca 3 minutes
Minggu, 1 Mar 2026 06:43 0 1 Redaksi

Terasberita-Makassar. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, H. M. Adib Abdushomad, menyampaikan ceramah Ramadan di Masjid Raya Makassar, Jumat (28/2/2026). Di hadapan ratusan jamaah, sosok yang akrab disapa Gus Adib itu menekankan pentingnya komitmen hijrah dan istiqamah sebagai kunci keberhasilan ibadah puasa yang berdampak nyata dalam kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Gus Adib mengawali dengan memperkenalkan struktur dan tugas PKUB sebagai garda terdepan dalam menjaga dan merawat kerukunan umat beragama di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kerukunan tidak hanya dimaknai dalam konteks internal sesama umat beragama, tetapi juga eksternal antarumat beragama, kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah, hingga pengembangan kerukunan dengan alam dan lingkungan.

“Negara kita dikenal sebagai bangsa yang harmonis dan rukun. Mari kita jaga kerukunan dan kedamaian kita. Jangankan membangun, yang sudah dibangun saja jangan sampai dirusak. Kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Adib mengajak jamaah untuk merefleksikan kembali makna puasa Ramadan. Menurutnya, meskipun umat Islam telah puluhan tahun menjalankan ibadah puasa, pertanyaan mendasarnya adalah sejauh mana puasa itu membentuk pribadi yang lebih bertakwa dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.

“Orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad dalam kebaikan) akan dibukakan pintu-pintu keberkahan. Supaya puasa berdampak, kita harus membuat komitmen yang luar biasa, di atas rata-rata. Ciri orang sukses adalah melakukan usaha di atas rata-rata,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Ramadan sejatinya adalah momentum transformasi diri agar menjadi pribadi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Komitmen hijrah, kata dia, harus diwujudkan dalam peningkatan kualitas ibadah seperti shalat malam, shalat tarawih, dan berbagai amalan sunnah lainnya.

“Saya harus berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ramadan ini harus berbeda, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Di sinilah kita melatih diri,” jelasnya.

Gus Adib juga menyoroti tantangan kerukunan di era digital. Ia mengingatkan jamaah agar lebih bijak dan berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial.

“Salah satu tantangan terbesar kita hari ini adalah dunia digital. Kita harus betul-betul memastikan berita yang kita bagikan sudah tervalidasi dan terverifikasi kebenarannya. Jangan mudah menyebarkan informasi yang tidak jelas, karena itu bisa merusak kerukunan,” pesannya.

Selain komitmen hijrah, poin kedua yang ditekankan adalah istiqamah. Menurutnya, puasa Ramadan mendidik umat Islam untuk gemar berjamaah, bersedekah, dan berbuat baik. Kebiasaan baik tersebut tidak boleh berhenti setelah Ramadan usai.

“Kalau Ramadan mendidik kita untuk rajin berjamaah dan bersedekah, maka istiqamahlah dalam kebaikan itu. Senantiasa berada dalam kebaikan, bukan hanya di bulan Ramadan,” tutupnya.

Ceramah Ramadan tersebut menjadi penguat semangat jamaah untuk menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum memperkuat ketakwaan sekaligus memperkokoh komitmen menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.(*)

LAINNYA