NAMA GAMBAR

Festival Cap Go Meh Makassar Jadi Simbol Persatuan, Das’ad Latif Tekankan Toleransi Lintas Iman

waktu baca 3 minutes
Minggu, 1 Mar 2026 15:51 0 8 Redaksi

Terasberita-Makassar. Ustadz kondang Das’ad Latif baru-baru ini memberikan ceramah inspiratif pada Festival Jappa Jokka Cap Go Meh di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Acara yang berlangsung pada Sabtu malam (28/2) itu mengusung tema “Harmony in Light”, menekankan pentingnya persatuan. Ceramah tersebut berfokus pada pesan untuk menjaga indahnya toleransi dalam keberagaman masyarakat Indonesia.

Kehadiran Das’ad Latif dalam festival ini menjadi sorotan utama, menarik perhatian masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Ia menyampaikan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan bagi masyarakat Tionghoa, melainkan juga ruang temu budaya yang mempererat tali silaturahmi. Momen ini juga sangat relevan mengingat perayaan Imlek dan Ramadan yang beriringan di tahun ini.

Dalam pesannya, Das’ad Latif mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan perayaan Cap Go Meh sebagai simbol nyata penghormatan antar sesama. Ia menekankan bahwa kebersamaan ini adalah bukti cinta dan kegembiraan bersama. Acara ini sukses menunjukkan kuatnya semangat toleransi di tengah masyarakat Makassar.

Pesan Toleransi dan Kebersamaan Lintas Iman

Ustadz Das’ad Latif dengan tegas menyampaikan bahwa kehadiran masyarakat lintas agama di acara Cap Go Meh merupakan bentuk penghormatan dan cinta terhadap sesama. Ia mengajak semua pihak untuk menghargai perbedaan sebagai anugerah. Toleransi Cap Go Meh menjadi cerminan nyata dari semangat Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus dijaga.

“Kita hadir di sini bukan sekadar menikmati festival, tetapi sebagai bukti kecintaan kita kepada saudara-saudara kita, dengan ikut bergembira dalam perayaan mereka yang dilahirkan sebagai etnis Tionghoa oleh Allah SWT,” ujar Ustadz Das’ad. Pernyataan ini menggarisbawahi esensi dari perayaan tersebut. Ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan yang patut dirayakan bersama.

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati dan memuliakan siapa pun tanpa memandang status, suku, ras, atau agama. Pesan ini relevan untuk membangun fondasi masyarakat yang harmonis dan saling mendukung. Festival ini menjadi platform yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai luhur tersebut.

Selain itu, Ustadz Das’ad mengajak masyarakat untuk terus berpegang pada semangat Bhinneka Tunggal Ika. Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan adalah momentum tepat untuk mengendalikan diri dari berbagai hawa nafsu. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat bersinergi dengan semangat toleransi.

Antusiasme Masyarakat dan Suasana Hangat Festival

Kegiatan Tabligh Akbar yang menjadi rangkaian Festival Cap Go Meh ini berlangsung sangat khidmat dan meriah. Kehadiran ribuan masyarakat Makassar menunjukkan antusiasme yang tinggi. Tidak hanya umat Islam, acara ini juga disambut antusias oleh masyarakat Tionghoa yang turut hadir.

Gaya khas Ustadz Das’ad Latif yang komunikatif dan humoris berhasil menciptakan suasana yang hangat dan akrab. Interaksi langsung dengan penonton menjadi salah satu daya tarik utama ceramahnya. Hal ini membuat pesan toleransi Cap Go Meh lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Beberapa penonton bahkan diajak berinteraksi langsung di atas panggung, menambah kemeriahan acara. Mereka juga mendapat hadiah berupa angpao serta uang tunai, yang semakin memeriahkan suasana. Momen kebersamaan ini memperkuat ikatan antarwarga Makassar.

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh ini berhasil menjadi ruang dialog dan perayaan yang inklusif. Kehadiran tokoh agama seperti Ustadz Das’ad Latif semakin memperkuat pesan persatuan. Acara ini membuktikan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga bersama.(*)

LAINNYA