

Terasberita-Makassar. Pemenang tender proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar menegaskan komitmennya terhadap perbaikan dan perlindungan lingkungan. Konsorsium ini berjanji akan mengedepankan aspek tersebut dalam penentuan lokasi proyek.
Perwakilan PT Grand Puri Indonesia, Victorio Edward, menyatakan pihaknya bersama PT Sarana Utama Synergi siap menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan dalam keterangan pers di Makassar pada Sabtu, 7 Maret.
Komitmen ini juga bertujuan mengatasi polemik penempatan lokasi PSEL di Makassar yang dinilai tidak ramah lingkungan karena berada di dekat permukiman warga.
Komitmen Lingkungan dalam Proyek PSEL Makassar
Konsorsium pemenang tender Proyek PSEL Makassar, yang terdiri dari PT Grand Puri Indonesia dan PT Sarana Utama Synergi, secara tegas menyatakan prioritasnya pada aspek lingkungan. Mereka berjanji untuk memastikan bahwa proyek ini tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga berkontribusi positif terhadap ekosistem setempat.
Victorio Edward dari PT Grand Puri Indonesia menekankan bahwa pihaknya berkomitmen penuh dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab tantangan lingkungan yang ada di Kota Makassar.
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian adalah lokasi pembangunan PSEL, terutama kekhawatiran akan kedekatannya dengan permukiman warga. Konsorsium ini berupaya keras untuk mencari titik temu yang ramah lingkungan dan dapat diterima oleh masyarakat.
Mereka memastikan bahwa setiap langkah dalam Proyek PSEL Makassar akan selaras dengan standar pengelolaan lingkungan yang ketat. Tujuan utamanya adalah menciptakan fasilitas yang efisien dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.
Peran Pemerintah dan Dukungan Pusat
Victorio Edward mengapresiasi perhatian serius Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, terhadap masalah sampah di Makassar. Menurutnya, langkah cepat Gubernur menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani isu krusial ini.
Masalah persampahan di Makassar kini tidak hanya menjadi perhatian daerah, tetapi juga telah menarik perhatian pemerintah pusat. Hal ini menunjukkan bahwa Proyek PSEL Makassar memiliki urgensi nasional yang signifikan.
Bahkan, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian khusus terhadap penanganan sampah di berbagai daerah, termasuk Makassar. Kota ini dinilai memiliki posisi strategis sebagai hub kawasan Indonesia Timur, sehingga pengelolaan sampahnya menjadi vital.
Kehadiran konsorsium sebagai pemenang proyek PSEL diharapkan menjadi solusi konkret dalam penanganan sampah di Makassar sekaligus mendukung upaya pengelolaan lingkungan yang lebih baik secara menyeluruh.
Dialog dan Kesepakatan Lokasi
PT Grand Puri Indonesia saat ini terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait untuk membahas lokasi pembangunan fasilitas PSEL. Diskusi melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan pemangku kepentingan lainnya.
Proses dialog ini bertujuan untuk mendengarkan masukan dan aspirasi dari semua pihak. Dengan demikian, keputusan mengenai lokasi Proyek PSEL Makassar dapat dicapai secara musyawarah dan mufakat.
Victorio Edward menegaskan pihaknya siap menjalankan proyek di lokasi yang disepakati bersama, dengan tetap memastikan proyek dilaksanakan sesuai standar pengelolaan lingkungan. “Kami mendiskusikan dengan semua pihak, baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, maupun pihak terkait lainnya untuk mendengarkan masukan terkait lokasi yang akan dijadikan tempat pembangunan PSEL,” ujarnya.
Komitmen ini mencerminkan kesediaan konsorsium untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Hal ini untuk menjamin keberlanjutan dan dampak positif bagi lingkungan Makassar.(*)