

Terasberita-Makassar. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. Muhammad, menegaskan pentingnya membangun semangat kerja yang positif pasca Idulfitri dengan mengedepankan saling memaafkan dan profesionalisme dalam bekerja.
“Hal pertama yang kita lakukan saat kembali ke kantor adalah saling bermaafan. Kita kembali dengan hati yang bersih. Gas pekerjaan kantor, bukan gas permusuhan,” tegasnya saat memimpin apel perdana pasca cuti bersama Idulfitri 1447 H di Lapangan Indoor Kantor Kemenag Kota Makassar, Senin (30/3/2026).
Apel tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kementerian Agama Kota Makassar sebagai momentum awal kembali menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat setelah libur panjang Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, Kakankemenag juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang telah menunjukkan kinerja optimal, sehingga berbagai program dan pekerjaan dapat berjalan dengan baik sesuai arahan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.
“Terima kasih kepada seluruh ASN yang telah bekerja dengan baik sehingga target pekerjaan dapat tercapai. Terima kasih juga kepada rekan-rekan yang telah menjaga kantor selama libur Lebaran dan pelaksanaan work from anywhere (WFA), sehingga kantor tetap aman,” ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan kembali terkait rencana pelaksanaan sistem kerja WFA yang akan diberlakukan pada bulan April mendatang. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab ASN, termasuk menjaga keamanan fasilitas kantor.
“Jika WFA kembali dilaksanakan, pastikan seluruh perangkat kelistrikan dimatikan demi keamanan. Dan seluruh tugas yang dilaksanakan tetap harus dilaporkan kepada kepala seksi masing-masing,” pesannya.
Melalui apel perdana ini, diharapkan seluruh ASN Kementerian Agama Kota Makassar dapat kembali bekerja dengan semangat baru, menjaga integritas, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Semangat Idulfitri yang penuh kebersamaan dan saling memaafkan diharapkan menjadi landasan dalam memperkuat kinerja dan menghadirkan layanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.(*)