NAMA GAMBAR

PSEL TPA Antang Dinilai Paling Efisien, Pemkot Makassar Tekan Biaya dan Percepat Realisasi Proyek

waktu baca 2 minutes
Kamis, 2 Apr 2026 16:17 0 0 View Redaksi

Terasberita-Makassar. Rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, dinilai memberikan sejumlah keuntungan strategis, baik dari sisi efisiensi anggaran, teknis operasional, maupun aspek sosial.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di dalam area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan opsi paling rasional untuk mempercepat realisasi proyek sekaligus menekan beban keuangan daerah.

Menurutnya, pembangunan PSEL di TPA Antang tidak memerlukan biaya tambahan untuk pemindahan sampah ke lokasi baru. Seluruh proses pengolahan dapat dilakukan langsung di titik sumber, sehingga biaya transportasi dapat diminimalkan dan lebih terkontrol.

“Kalau dibangun di lokasi baru, tentu membutuhkan tambahan biaya, terutama untuk pengangkutan sampah. Sementara di TPA, semuanya sudah terpusat sehingga jauh lebih efisien,” ujarnya.

Selain efisiensi anggaran, keuntungan lainnya terletak pada kemudahan operasional. Dengan sistem terpusat, alur pengelolaan sampah menjadi lebih sederhana dan tidak membutuhkan distribusi logistik tambahan, yang selama ini menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam sistem persampahan.

Dari sisi sosial, kawasan TPA Antang juga dinilai lebih siap dibandingkan lokasi baru. Area tersebut telah lama difungsikan sebagai tempat pembuangan akhir, sehingga potensi resistensi masyarakat relatif lebih kecil dibandingkan jika proyek dibangun di wilayah yang sebelumnya bukan zona persampahan.

Secara teknis, lokasi ini juga memenuhi sejumlah persyaratan dasar pembangunan PSEL, termasuk ketersediaan sumber air. Keberadaan Sungai Kajenjeng di sekitar kawasan TPA menjadi salah satu faktor pendukung yang dinilai cukup memadai untuk kebutuhan operasional fasilitas.

Lebih lanjut, Munafri menjelaskan bahwa PSEL merupakan bagian dari pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan sampah kota. Meski kontribusinya diperkirakan sekitar 14 hingga 15 persen dari total penanganan sampah, fasilitas ini tetap menjadi elemen penting dalam mengurangi volume sampah secara signifikan.

Karena itu, pemerintah tetap mendorong penerapan strategi lain secara paralel, termasuk penguatan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), guna memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, pembangunan PSEL di TPA Tamangapa Antang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Makassar, sekaligus menghasilkan nilai tambah melalui konversi sampah menjadi energi listrik. (*)

LAINNYA