NAMA GAMBAR

KNPI Makassar Dorong Kolaborasi Atasi Sampah, PSEL Jadi Sorotan di Hari Bumi

waktu baca 3 minutes
Selasa, 28 Apr 2026 15:06 0 0 View Redaksi

Terasberita-Makassar. DPD KNPI Kota Makassar Gelar Dialog Publik; “PSEL untuk Makassar Mulia” dalam Momentum Hari Bumi

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar melalui bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kemaritiman menggelar dialog publik bertajuk “Antara Solusi dan Beban: Menguji Kelayakan PSEL untuk Makassar Mulia”, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Bumi ini diikuti oleh puluhan peserta, yang didominasi masyarakat dari Kecamatan Manggala. Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Camat Manggala H. Ahmad, Direktur Utama Bumiraya Muhammad Alfin, serta Founder Cyclevelue Rahmat Hidayat.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup, Ketahanan Pangan, dan Kemaritiman DPD KNPI Kota Makassar, Irham Muin, menyampaikan bahwa dialog ini menjadi ruang penting untuk menguji secara kritis kebijakan pengelolaan sampah, khususnya rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).

“Melalui dialog ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi terbuka agar kebijakan seperti PSEL tidak hanya dilihat sebagai solusi instan, tetapi benar-benar dikaji dari berbagai aspek, baik lingkungan, ekonomi, maupun sosial,” ujar Irham.

Camat Manggala H. Ahmad dalam pemaparannya menegaskan bahwa PSEL merupakan inovasi yang dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Kota Makassar. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menangani persoalan tersebut.

“Persoalan sampah adalah tanggung jawab kita bersama. Dibutuhkan sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah untuk mengatasi masalah sampah di Makassar,” ujarnya.

Ia juga secara khusus mengajak generasi muda, terutama yang berasal dari Kecamatan Manggala, untuk mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan lingkungan.

“Saya juga menantang para pemuda di Manggala, karena kegiatan ini didominasi oleh pemuda. Mari kita bersama-sama menyelesaikan masalah sampah yang ada. Hadirkan kegiatan-kegiatan positif yang mengarah pada hal yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bumiraya Muhammad Alfin menekankan pentingnya pengelolaan sampah dari hulu. Menurutnya, pemilahan sampah menjadi tahapan mendasar sebelum masuk ke proses pengolahan lanjutan.

“Ketika berbicara tentang sampah, harus dimulai dari hulu. Pemilahan adalah kunci utama,” jelasnya.

Menanggapi rencana pembangunan PSEL oleh pemerintah, Alfin menyebut teknologi tersebut merupakan solusi akhir dalam sistem pengelolaan sampah. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tidak semua jenis sampah seharusnya langsung dimusnahkan karena sebagian memiliki nilai ekonomi.

“Ada jenis sampah seperti plastik yang bisa diolah menjadi biji plastik dan memiliki nilai jual,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rahmat Hidayat. Ia menilai bahwa sampah organik juga memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara tepat. Melalui inisiatif Cyclevelue, pihaknya mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi budidaya maggot yang bernilai guna.

“Bukan hanya plastik, sampah organik juga bisa bernilai jika diolah dengan baik,” ungkap Rahmat.

Dialog publik ini menegaskan bahwa PSEL dapat menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah di Makassar, namun bukan satu-satunya jawaban. Penguatan pengelolaan dari hulu melalui pemilahan dan pemanfaatan nilai ekonomi sampah tetap menjadi fondasi utama. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya peran aktif generasi muda, menjadi kunci dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan menuju Makassar yang lebih bersih dan berdaya.(*)

LAINNYA